Panduan membuat soundproofing wall

July 14, 2010

Panduan membuat soundproofing wall

Bagaimana meningkatkan soundproofing pada dinding bangunan yang sudah ada? Berikut adalah beberapa panduan kerja soundproofing wall Dinding guna meningkatkan insulasi suara pada dinding yang sudah ada.

Acourete SoundProofing Wall Fiber Base

Acourete SoundProofing Wall Fiber Base

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Fiber

Acourete SoundProofing Wall MatBase

Acourete SoundProofing Wall MatBase

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat.

Acourete SoundProofing Wall Standart FO

Acourete SoundProofing Wall Standart FO

Keterangan gambar :
1. Dinding bata (sejenis)
2. Hollow kayu rangka
3. Acourete Fiber
4. Triplek / Gypsum/ MDF 12 mm

Acourete SoundProofing Wall Standart Fiber

Acourete SoundProofing Wall Standart Fiber

Keterangan Gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat (Rangka)
3. Rangka Hollow/Kayu
4. Acourete Fiber
5. Gypsum/MDF/Triplek 12mm

Acourete SoundProofing Wall Standart MatFull

Acourete SoundProofing Wall Standart MatFull

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat (rangka)
3. Rangka hollow / kayu
4. Acourete Mat Full
5. Gypsum / MDF / Triplek 12 mm

Acourete SoundProofing Wall Standart MatFull Fiber

Acourete SoundProofing Wall Standart MatFull Fiber

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat.

Acourete Sound Proofing Wall Extra

Acourete Sound Proofing Wall Extra

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat (rangka)
3. Rangka hollow / kayu
4. Acourete Fiber
5. Gypsum/MDF/Triplek 12mm
6. Acourete Mat Kotak(10x10cm)
7. Gypsum/MDF/Triplek 9mm

Acourete SoundProofing Wall Extra RC

Acourete SoundProofing Wall Extra RC

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat (rangka)
3. Rangka hollow / kayu
4. Acourete Fiber
5. Acourete RC 75
6. Acourete Mat Pada RC 75
6. Acourete Mat Kotak(10x10cm)
7. Gypsum/MDF/Triplek 12mm
8. Acourete Mat Kotak (10x10cm)
9. Gypsum/MDF/Triplek 9mm

Acourete SoundProofing Wall Extra RC MatFull

Acourete SoundProofing Wall Extra RC MatFull

Keterangan gambar :
1. Dinding
2. Acourete Mat (rangka)
3. Rangka hollow / kayu
4. Acourete Fiber
5. Acourete Mat Full
6. Acourete RC 75
7. Acourete Mat pada RC 75
8. Gypsum/MDF/Triplek 12mm
9. Acourete Mat Kotak (10x10cm)
10. Gypsum/MDF/Triplek 9mm

Panduan Kerja :
Pemasangan Acourete Mat pada rangka
1. Potong Acourete Mat selebar rangka.
2. Tempelkan Acourete Mat tersebut pada rangka di sisi dalam dan sisi luar.
3. Pasangkan rangka kayu ke dinding dengan skrup.

Pemasangan Acourete Mat di antara dua material wall
1. Potong Acourete Mat dengan ukuran 10 cm x 10 cm
2. Tempelkan Acourete Mat tersebut dengan jarak 20 cm pada wall dalam
PANDUAN KERJA
3. Sekrup panel luar ke wall dalam

Pemasangan Acourete Resilient Channel
1. Pasangkan Resilient Channel 75 pada permukaan rangka kayu yang telah terpasang
pada dinding yang telah di lapisi oleh Acourete Mat .
2. Pemasangan RC yang benar adalah sekrup kuping RC ke rangka pada bagian atas
Wall Suspend (Sound Proofing Standard, RC, RC Plus)

1. Tempelkan Acourete Mat Strip pada sekeliling MDF dengan
ketebalan 12 milimeter.
2. Tempelkan Acourete Mat Square di tengah – tengah Mat
Strip yang telah tertempel dengan jarak 20 cm.
Wall Suspend (SoundProofing Standard, RC, RC Plus)
3. Sisakan gap sekitar 6 milimeter pada batasan dinding
dengan dinding, lantai dan plafon.
4. Isi gap 6 milimeter tersebut dengan Acourete Paint.
5. Skrup lapisan gypsum dengan ketebalan 9 milimeter

http://vokuz.com

Aplikasi Acourete untuk menurunkan background noise yang menggangu kualitas suara pada audio mobil

June 18, 2010

Aplikasi Acourete untuk menurunkan background noise yang menggangu kualitas suara pada audio mobil


Secara teori kita dapat mengatakan apabila dalam kendaraan kita terdapat noise room sebesar 60 dB dan di dalam mobil tersebut kita mendengarkan musik dari perangkat audio mobil dengan sound level rata – rata sebesar 100 dB maka kita dinamika real musik yang kita dengar adalah sekitar 40 dB. Jadi jika kita dapat menurunkan noise dalam kendaraan kita menjadi sebesar 50 dB maka kita dapat mendengar suara musik dengan lebih akurat dan detail.

Apabila kita telah menginvestasikan dana yang cukup banyak untuk membeli head unit, amplifier dan speaker yang baik yang di instal oleh installer kawakan tetapi hal tersebut belum optimal apabila selama perjalanan kualitas audio yang seharusnya dapat kita nikmati menjadi berkurang intensitasnya akibat tertutup oleh background noise yang terdapat di dalam kabin mobil kita.

MENGENAL NOISE PADA MOBIL
Apabila kita mendengarkan musik pada mobil kita maka noise yang kita dengarkan adalah:
– Engine Noise
– Road Noise
– Wind Noise
– Traffic Noise
– Enviromental Noise
– Interior Noise

Engine Noise adalah gabungan suara mesin, dudukan mesin dan suara knalpot yang terdengar dari dalam kabin mobil. Karakteristik engine noise adalah noise yang konstan selama mesin mobil dalam keadaan menyala. Noise ini berada pada frekuensi rendah dan level suara yang berubah – ubah sesuai dengan kecepatan radius putaran mesin. Level engine noise berbeda untuk setiap model mobil.

Road Noise adalah noise yang terjadi akibat gesekan ban mobil dengan aspal jalan. Karakter noise ini adalah noise yang konstan apabila mobil melaju dan hilang apabila mobil dalam keadaan berhenti. Noise ini berada pada frekuensi rendah dan level suara yang berubah – ubah sesuai dengan kecepatan mobil melaju. Level road noise berbeda untuk setiap model mobil.

Wind Noise adalah noise yang terdengar akibat gesekan udara dengan body dan kaca mobil. Karakter noise ini adalah noise yang konstan selama mobil melaju dengan kecepatan tertentu dan hilang apabila mobil tidak melaju. Noise ini berada pada frekuensi tinggi dan level suara yang berubah – ubah sesuai dengan kecepatan melaju kendaraan.

Traffic Noise adalah noise yang terjadi karena bising yang disebabkan oleh lalu lalangnya kendaraan di lalu lintas. Trafic Noise adalah gabungan antara engine noise, road noise, suara klakson, suara knalpot dan lain – lain. Traffic Noise memiliki frekuensi dan level suara yang berubah – ubah dengan interval kejadian yang tidak konstan.

Enviromental Noise adalah noise yang terjadi akibat kejadian alam dan kegiatan manusia di sekitar jalan raya. Noise yang di akibatkan oleh kejadian alam adalah suara angin, suara hujan dan sebagainya. Noise yang terjadi akibat kegiatan manusia misalnya kegiatan yang di lakukan oleh manusia seperti kegiatan perdagangan dan lain – lain.

Interior Noise adalah noise yang terjadi akibat suara – suara yang ditimbulkan di dalam kabin mobil. Bising pada interior bisa terjadi akibat beradunya dua benda yang di letakan dalam interior mobil, bunyi kursi mobil, bunyi hembusan angin pada kisi air condition dan bunyi – bunyi lainnya.

SOLUSI

Pemilihan Bahan
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih material insulasi bising yang dapat bekerja efektif untuk menghalangi noise masuk ke dalam kabin mobil. Material insulasi bising yang baik harus memiliki densitas yang tinggi, mampu meredam rambatan getaran dan dapat mengikuti kontur bodi mobil yang tidak rata.

Acourete Paint memiliki daya insulasi bising dan kemampuan untuk meredam rambatan getaran. Acourete Paint adalah material insulasi yang dapat di encerkan dengan air dan berwarna abu – abu tua apabila telah kering. Acourete Paint dengan massa jenis sebesar 1.3 apabila berwujud cairan dan menjadi 1.8 setelah kering dengan konten solid sebanyak 80%. Waktu untuk untuk mengeringkan permukaan adalah selama 3 jam dan untuk kering total adalah 24 jam.

Berikut adalah hasil pengujian Acourete Paint dengan ketebalan 2 mm pada pelat baja tebal satu mili.


NF adalah Natural Frequency dengan satuan Hertz dan LF adalah Loss Factor dengan satuan bilangan n.
Dan apabila table diatas disajikan dalam tampilan grafik maka terlihat grafik dibawah ini.

Garis hijau adalah getaran yang terjadi pada pelat baja 1 milimeter dan Garis merah adalah getaran yang terjadi pada pelat baja satu milimeter plus Acourete Paint 2 milimeter

Mengurangi level engine noise
Untuk mengurangi level gangguan yang di akibatkan oleh engine noise adalah dengan menyemprotkan Acourete Paint pada kap mesin seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

 

Mengurangi level road noise
Untuk mengurangi level gangguan bising yang diakibatkan oleh road noise adalah dengan menyemprotkan Acourete Paint pada spakbor ban mobil serta kolong mobil seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Demikian panduan singkat ” Aplikasi Acourete untuk menurunkan background noise yang menggangu kualitas suara pada audio mobil ” dalam upaya mengurangi gangguan noise pada di dalam mobil kita agar kita dapat menikmati perangkat hiburan di dalam mobil dengan lebih optimal.

VOKUZcom
Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Panduan Insulasi Suara Untuk Design Dinding Partisi

March 15, 2010

PANDUAN INSULASI SUARA DINDING PARTISI

 
PENDAHULUAN
Kita kerap kali mendesign dinding partisi untuk memisahkan ruang kelas, ruang kantor, ruang karaoke dan sebagainya. Umumnya partisi rancangan struktur partisi dinding dibuat dari rangka besi hollow dan gypsum. Dan umumnya pula setelah dinding partisi tersebut selesai ruangan tidak dapat berfungsi dengan sempurna karena adanya kebocoran suara antar ruangan. Tulisan dibawah ini adalah beberapa tips singkat mengenai panduan untuk mendesign partisi dinding yang memiliki nilai insulasi suara yang baik.

MASALAH DAN SARAN

1. PERENCANAAN LAYOUT. Pertama kali yang perlu direncanakan adalah melakukan design penempatan ruangan yang baik. Apabila hal ini dilakukan dengan baik dapat mengurangi biaya untuk melakukan insulasi serta produktifitas ruangan. Usahakan untuk memposisikan ruangan yang butuh ketenangan berjauhan dari ruangan yang bising. Apabila memungkinkan letakan ruangan yang jarang dipakai seperti toilet, gudang dan sebagainya diantara ruang yang berisik dan ruangan yang butuh ketenangan.

2. RESONANSI ANTAR RUANG. Salah satu penyebab kebocoran suara antar ruangan adalah terjadinya resonansi antara dua ruangan. Solusi yang dapat di lakukan untuk meminimalkan permasalahan ini adalah sebagai berikut. Apabila memungkinkan bedakan dimensi ruang yang berdempetan dengan perbedaan ukuran 1/3, 1/5, atau 1,7. Apabila memungkinkan cobalah mengindari perbedaan ukuran ¼ dan ½. Saran untuk mengurangi resonansi yang terjadi di ruang adalah dengan menghindari design dengan permukaan dinding yang pararel begitu pula dengan plafond dan lantai.

3. BAYANGAN SUARA. Penyebab lain kebocoran suara adalah karena kebocoran suara yang disebabkan karena adanya celah pada dinding partisi di bagian atas. Sebaiknya dinding partisi harus dibuat full dari lantai sampai dengan dek atap.

4. KONDUKSI SUARA. Kebocoran suara dihantarkan atau dikonduksikan melalui dua media. Konduksi pertama adalah konduksi melalui media udara dan konduksi kedua adalah konduksi melalui media struktur. Solusi untuk mengurangi konduksi suara melalui media udara adalah dengan membuat rongga udara diantara dua dinding partisi. Sedangkan solusi untuk mengurangi konduksi yang terjadi karena rambatan getaran pada struktur adalah mengisolasi struktur dengan vibration damping material seperti Acourete Mat dan Acourete Resilient Channel. Gunakan double door dan double window untuk menginsulasi suara keluar dari ruangan atau sebaliknya.

5. RESONANSI PADA RONGGA. Ada beberapa saran untuk mengurangi resonansi yang terjadi pada rongga. Pertama – tama adalah mengisi rongga udara dengan sound absorbing material seperti Acourete Fiber. Cara lain untuk mengurangi resonansi yang terjadi pada rongga adalah memiringkan salah satu atau kedua dinding partisi. Terakhir adalah untuk meminimalkan resonansi antar bidang partisi gunakan material partisi dengan ketebalan yang berbeda atau bahan yang berbeda.

6. MENINGKATKAN MASSA PARTISI. Partisi dengan massa yang besar memiliki nilai insulasi yang lebih baik dibandingkan dengan partisi dengan massa yang kecil. Menambahkan sound insulation material dengan massa yang besar seperti Acourete Mat pada partisi yang ada dapat meningkatkan nilai insulasi suara terutama suara dengan frekuensi yang rendah

ALTERNATIF DESIGN

image002

Akustik High End Audio

June 4, 2009

Akustik High End Audio

Makalah ini saya buat guna memenuhi permintaan saudara Slamet Adijuwono yang menjabat sebagai ketua IHEAC periode tahun 2009 – 2010 untuk mengisi kegiatan bulanan IHEAC dengan mengadakan seminar singkat mengenai akustik pada ruang high end audio pada tanggal 30 May 2009. Awal mulanya saya sedikit bingung dan cemas memikirkan materi yang sebaiknya saya siapkan untuk seminar tersebut. Saya berpikir dan terus berpikir untuk mendapatkan bahan yang isinya sederhana tapi dapat bermanfaat untuk anggota IHEAC tetapi pikiran saya masih buntu. Untungnya saya mendapat undangan dari Freeport untuk meninjau akustik bangunan mesjid mereka yang berlokasi di Kuala Kencana – Timika. Jadi selama perjalanan yang memakan waktu sekitar enam jam saya dapat merumuskan beberapa pokok bahasan akustik yang saya harapkan cocok untuk saya bawakan saat ini.

Dalam kegiatan saya sehari – hari sebagai konsultan dan installer akustik di lapangan sering kali saya menemui persepsi orang umum yang beranggapan bahwa akustik adalah hanyalah sebatas memasang bahan peredam rockwool pada seluruh dinding dan dilapisi karpet, atau untuk orang yang lebih informatif mengatakan bahwa untuk ruangan audio di perlukan beberapa panel diffuser, dan seterusnya. Pertanyaannya adalah apakah anggapan tersebut salah atau apakah anggapan tersebut benar. Untuk sementara mari kita membiarkan pertanyaan ini tidak terjawab karena sebenarnya ada pertanyaan mendasar yang penting untuk kita jawab.

APA TUJUAN AKUSTIK

Sebenarnya pertanyaan awal yang kita perlu jawab adalah apa tujuan kita merancang sebuah ruang akustik untuk high end audio yang kita miliki. Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara tepat kita perlu menyamakan persepsi kita. Yang saya maksudkan dengan merancang ruang akustik adalah dimana seseorang dengan sadar mulai mengatur – mengatur letak speakernya walaupun perangkat audio orang tersebut berada di ruang keluarga yang tidak di pasangkan sedikitpun produk akustik. Dan jika kita bertanya kepada orang tersebut mengapa anda mengatur letak speaker anda, maka kita dihadapkan pada ratusan kemungkinan jawaban yang beragam – ragam. Jawaban yang paling sederhana yang sering kita dengar adalah supaya suara musik dapat terdengar lebih enak.

Sebagai anggota IHEAC yang umumnya berpikir sangat kritis kita pasti kembali bertanya seperti apa suara musik yang terdengar lebih enak. Banyak kriteria tentang suara yang enak yang beredar di masyarakat umum. Akan tetapi apabila kriteria suara yang enak tidak kita perjelas maka sangat sulit untuk kita menjawab pertanyaan tersebut diatas. Apa tujuan akustik pada ruang high end audio?

Ada beberapa kemungkinan jawaban yang sering dikemukan orang mengenai pertanyaan apa tujuan anda memasang akustik di ruangan audio. Misalnya: untuk mendengar suara musik yang enak ruangan tidak boleh ada gemanya, atau supaya ruangan audio saya tidak mati perlu dipasang diffuser pada seluruh dinding dan tidak boleh ada material serap sama sekali. Kita kembali dihadapkan pada persepsi – persepsi yang saling bertentangan satu dengan lainnya yang tidak disertai dengan prinsip dasar yang benar.

PERSEPSI TENTANG SUARA YANG BENAR

Untuk menghindari perseteruan persepsi yang terjadi seperti contoh diatas ada baiknya kita menetapkan terlebih dahulu mengenai persepsi suara musik yang benar. Untuk itu saya tidak berani gegabah menentukan kriteria persepsi suara yang benar. Berhubung kita semua adalah orang high end audio maka kriteria suara musik yang benar yang kita mengacu kepada buku Introduction to High End Audio karangan Robert Harley. Di buku tersebut disebutkan beberapa kriteria tentang suara musik yang benar mulai dari: 1) Tonal Balance , 2) Stereo Image, 3) Dinamika Suara.

Jadi menurut anda apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan: Apa tujuan akustik pada ruang high end audio? Jawaban yang tepat adalah untuk menghasilkan suara musik yang memiliki tonal balance, sound stage dan dinamika musik yang baik.

Sebenarnya terdapat beberapa kriteria lain mengenai reproduksi suara yang benar dalam buku tersebut tetapi untuk membatasi cakupan bahasan pada seminar ini saya hanya mengambil tiga kriteria yang menurut saya penting untuk di bahas.

APA MASALAH AKUSTIK DI RUANG AUDIO

Umumnya rantai reproduksi musik untuk seorang audiophile adalah perangkat sumber suara, kabel, amplifier, kabel dan speaker. Suara reproduksi musik dari speaker kita sampai ke telinga kita melalui media ruang audio. Jadi komponen terakhir dari mata rantai reproduksi sinyal musik kita adalah ruang audio yang kita miliki.

Masalahnya setiap ruang audio memiliki warna tonal yang disebabkan oleh room modes (resonansi) dan reverberation (gaung) yang memberikan warna tambahan terhadap hasil reproduksi musik yang kita dengar. Masalah kedua adalah pantulan – pantulan awal yang terjadi di dinding memberikan sensasi arah suara tambahan pada sinyal keluaran speaker kita yang merusak stereo image. Dan masalah ketiga adalah noise room yang mengurangi rentang dinamika musik yang kita dengar hal ini memberikan sensasi musik yang terkompresi dan kita semakin jauh dari dinamika asli.

ACUAN DESAIN

disneyconcerthall-300x200

recordingstudio-300x199

Apabila kita lebih sering menikmati musik yang direkam pada sebuah studio maka acuan desain ruang audio kita sebaiknya menggunakan parameter – parameter akustik studio rekaman. Seperti yang kita dapat lihat pada foto di bawah ini adalah desain akustik ruang pada studio rekaman.

Dan apabila musik yang kita sering dengar adalah musik klasik yang di rekam secara live berikut dengan nuansa alami akustik di ruangan tersebut maka acuan desain ruang audio kita boleh mengacu ke pada parameter – parameter sebuah concert hall mini. Contoh gambar di bawah ini adalah concert hall milik Disney yang berlokasi di Los Angeles.

Secara statistik musik yang beredar di pasaran lebih dari 90% adalah suara yang di rekam di studio musik. Dan seluruh musik yang beredar di pasaran adalah hasil edit studio rekaman.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah setiap aktifitas dan usaha yang kita lakukan pada ruangan kita untuk mendapatkan tonal balance, sound stage dan dinamika musik yang baik maka kita sudah berada pada jalur yang benar.

Akan tetapi apa bila aktifitas dan usaha yang kita lakukan pada ruangan audio memberikan hasil yang berlawanan maka kita melakukan usaha dan aktifitas yang kurang tepat.

Penulis,

Herwin Gunawan

 

VOKUZcom
Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

3 Kesalahan Umum Insulasi Suara

May 23, 2009

3 Kesalahan Umum Insulasi Suara

1. Kesalahan Analisa

Kesalahan yang paling mendasar pada saat memulai pekerjaan insulasi suara adalah tidak melakukan analisa terlebih dahulu atau melakukan analisa yang salah. Faktor – faktor yang perlu di analisa sebelum melakukan tindakan insulasi suara adalah sebagai berikut:

  • Menganalisa sumber bunyi yang menganggu darimana asalnya. Bisa ditentukan dari yang paling umum adalah indra pendengaraan, hingga mengunakan alat bantu.
  • Mengukur kekuatan suara yang akan di insulasi dengan memakai alat ukur yang telah terlebih dahulu di kalibrasi agar nilai hasil pengukuran dapat dipertanggung jawabkan. Pengukuran tidak direkomendasikan hanya berdasarkan intuisi / feeling seseorang.
  • Setelah itu perlu pula diketahui frekuensi suara yang akan di insulasi. Apakah bunyi mendesis sebuah peralatan atau dentuman bass dari sebuah sub woofer?
  • Tahapan selanjutnya adalah menganalisa bagaimana suara tersebut merambat dari sumber bunyi ke tempat yang terganggu. Apakah suara merambat melalui media udara: dalam ruang, udara bebas, dan lain – lain atau merambat melalui struktur benda padat seperti tanah, konstruksi bangunan dan lain – lain.

Apabila kita tidak melakukan hal tersebut diatas dan langsung melakukan tindakan pemasangan insulasi suara maka insulasi suara yang di pasangkan tidak akan berfungsi dengan baik atau tambah memperparah masalah yang ada.

2. Kesalahan Pemakaian Bahan

Kesalahan kedua yang umumnya di temukan di lapangan adalah penggunaan bahan yang secara ”mitos” mampu menginsulasi suara yang sangat populer di sebut – sebut oleh masyarakat umum. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan dalam penggunaan bahan insulasi suara:

  • Penggunaan gipsum dan mineral wool untuk meredam suara drum pada ruang studio musik
  • Penggunaan rockwool dan karpet pada dinding studio musik
  • Kaca film untuk menginsulasi suara
  • Busa telor untuk menginsulasi suara
  • Lembaran karet untuk menginsulasi suara
  • Gabus (steroform) untuk menginsulasi suara
  • Busa untuk menginsulasi suara

Bahan yang di sebutkan diatas tidak efektif untuk menginsulasi suara karena bahan tersebut tidak memiliki massa yang besar. Bahan yang efektik untuk menginsulasi suara adalah bahan dengan massa yang besar sehingga memiliki sound transmission loss yang cukup tinggi dan mampu mengurangi rambatan getaran. Salah satu contoh bahan yang memenuhi syarat tersebut adalah Acourete Mat yang memiliki Sound Transmission Loss yang cukup besar yaitu 17 dB pada frekuensi 125 Hz, 31 db pada 1000 Hz dan 52 dB pada 4000 Hz.

3. Kesalahan Perencanaan Desain dan Sistem Pemasangan

Apabila kita sudah benar dalam menganalisa sumber suara dan pemilihan bahan maka kita masuk ke tahapan membuat perencanaan desain insulasi suara dan sistem pemasangan.

Dari data – data analisa sumber suara, besaran suara, cara merambat suara, data teknis bahan maka kita dapat melakukan perencanaan dan perhitungan sistem insulasi yang benar.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sistem insulasi adalah:

  • Sistem Insulasi Getaran yang tidak benar sehingga kurang efektif meredam suara yang merambat pada media padat
  • Sistem Peredaman Resonansi yang tidak benar sehingga sistem insulasi kurang bekerja sempurna karena resonansi yang terjadi pada sistem insulasi yang ada
  • Aplikasi pekerjaan lapangan yang tidak tepat seperti lupa menutup lubang, atau beberapa kelalaian kecil yang berakibat fatal.

Demikianlah tiga kesalahan yang umumnya diperbuat oleh masyarakat umum dalam hal melakukan pekerjaan insulasi suara.

Herwin Gunawan dan Donny Surya

VOKUZcom
Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

http://vokuz.com

Referensi Kekerasan Suara (acoustic pressure level)

May 23, 2009

140 dB
130 dB – Jet Plane take off
120 dB – Pneumatic Drill, Thereshold of pain
110 dB – Discotheque Floor, Symphony Orchestra at first row
100 dB – Crying Infant
90 dB – Drums at 10 meter, stadium when goal is scored
80 dB – Noise in a very busy street, loud hi-fi sound
70 dB – Vacuum cleaner, speech
60 dB – Limit of normal conversation, Average shop noise
50 dB – Office, Restaurant
40 dB – Conference Room, Soft Music, Quiet Room
30 dB – Quiet classroom
20 dB – Very quiet room
10 dB –
0 dB – Thereshold of perception

Desain akustik dan fungsi ruang

May 23, 2009

Desain akustik dan fungsi ruang

Desain akustik dan fungsi ruang …Seringkali kita mendengar orang mengeluh tentang akustik sebuah ruang. Keluhan seperti tidak jelasnya dialog yang di ucapkan oleh panelis dalam sebuah konferensi, musik yang terdengar hingar bingar pada sebuah konser musik rock, tidak dapat berbicara dengan tenang pada meja makan di sebuah rumah makan karena noise level yang tinggi, pengumuman jadwal penerbangan yang tidak terdengar jelas di sebuah airport.

Hal tersebut diatas terjadi karena perencanaan ruang tersebut tidak melibatkan konsultan akustik dalam tahap awal perencanaan ruang, yang mengakibatkan ruangan yang telah di desain secara indah menjadi mubasir akibat kegagalan akustik.

Salah satu hal penting yang perlu di perhitungan pada saat perencanaan ruang yang melibatkan audiens adalah nilai RT60 yang sesuai dengan peruntukan ruang. Definisi RT 60 dapat dibaca pada artikel saya sebelumnya: Bahan peredam suara dalam mengatasi gema – perhitungan RT60.

Dalam tulisan ini saya akan memberikan beberapa contoh soal perencanaan desain akustik yang benar – yang memberikan kepuasan pada audiens – serta pemilik ruangan tersebut.

Contohnya pertama adalah saat merancang sebuah ruangan konferensi – dengan audiens maksimal 800 orang – dimana 80% aktifitas utama audiens dalam ruangan tersebut adalah mendengarkan dialog. Maka diperlukan perencanaan nilai RT60 yang cocok sehingga audiens dapat mendengarkan kejernihan dan kejelasan dialog tanpa adanya gangguan berupa perkataan yang bertumpuk akibat pantulan suara yang terjadi di ruangan tersebut.


Gambar 1. Desain awal sebuah ruang konferensi

Ruang Konferensi yang baik memerlukan desain akustik yang benar. RT 60adalah salah satu aspek terpenting dalam perencanaan akustik ruang pada sebuah ruang konferensi.

Hal sebaliknya adalah merancang ruangan concert hall – dengan audiens sekitar 2000 orang – yang mana di dalam ruangan tersebut 90% aktifitas utama audiens adalah mendengarkan pagelaran musik akustik. Pagelaran sebuah musik orkestra umumnya jarang menggunakan mikrofon dan pengeras suara. Sumber suara berupa suara musik dari seksi alat musik gesek, soprano, tenor dan sebagainya dapat terdengar dengan baik oleh 1000 audiens berkat bantuan pantulan dan difusi suara yang telah di rancang dengan baik oleh desainer akustik ruang tersebut.


Gambar 2. Sydney Opera House

Sydney opera house dengan kapasitas 2800 orang, salah satu ruang konser orkestra dan theater dengan desain akustik terbaik di dunia, memiliki RT dan EDT 2.1 detik.

Dari dua contoh diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama audiens dalam ruangan dan sumber suara adalah dasar untuk menentukan rancangan akustik.

Suara apakah yang di dengarkan oleh audiens dalam sebuah ruangan?
Berikut adalah suara yang didengar oleh audiens dalam sebuah ruang:

1. Dialog
2. Musik
3. Campuran antara musik dan dialog
4. Campuran antara Musik, dialog dan noise

Berdasarkan list suara yang di dengar oleh audiens diatas – arsitek dan akustisi membagi fungsi ruang sebagai berikut:

1. Ruang konferensi: dialog
2. Cinema: dialog, noise dan musik
3. Theater: dialog dan musik
4. Ruang konser musik pop/rock/jazz: musik dengan pengeras suara
5. Ruang konser orkestra: musik akustik tanpa pengeras suara
6. Ruang ibadah: dialog dan musik
7. Rumah makan: dialog dan background musik
8. Night Club: musik dengan SPL yang relatif tinggi

Dan berdasarkan list ruangan tersebut diatas, para akustisi dunia sepakat untuk membuat RT minimum dan maksimal untuk masing – masing ruangan yang disebutkan diatas sebagai berikut:

1. Ruang konferensi: 0.6 – 1.3 (detik)
2. Cinema: 0.6 – 1.2 (detik)
3. Theater: 1 – 1,8 (detik)
4. Ruang konser musik pop: 1.4 – 2 (detik)
5. Ruang konser orkestra: 1.6 – 3 (detik)
6. Ruang ibadah: 1.8 – 3.2 (detik)
7. Rumah makan: maksimal 1.8 (detik)
8. Night Club: 0.6 – 1.6 (detik)

Dengan mengikuti list RT60 untuk masing – masing fungsi ruang dan di kombinasikan dengan perencanaan panel akustik yang benar serta desain interior yang baik maka pemilik ruangan dapat memaksimalkan pengalaman audiens dalam ruangan tersebut.

Demikian artikel ini saya buat dengan harapan tulisan ini dapat memberikan manfaat pada pembaca VOKUZcom / FORUMS.

Salam,
Herwin Gunawan

Tips perletakan speaker stereo

May 23, 2009
Mendapatkan suara terbaik di ruang dengar dengan pengaturan penempatan speaker dan posisi dengar

Ruangan yang yang memadai akan menghasilkan efek kualitas suara yang baik. karakter akustik ruang pendengar harus menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan susunan perangkat audio anda. Setiap ruang dengar memiliki sifat suara tersendiri. Ruang yang tepat dapat membantu mendapatkan hasil terbaik dari perangkat yang sederhana sebaliknya ruang yang kurang tepat dapat membuat suatu perangkat hebat bersuara ambur adul.

Salah satu aspek yang terpenting dalam perencanaan akustik adalah penempatan speaker dan posisi dengar disamping yang sudah dibahas dalam artikel pertama dan kedua mengenai resonansi dan gema ruang.

Penempatan loudspeaker
Masalah yang paling mendasar beberapa ruang dengar adalah minimnya penempatan loudspeaker. Penempatan speaker yang benar adalah salah satu faktor yang s penting didalam mendapatkan suara yang bagus diruangan anda. Keseimbangan nada rendah dan tinggi ditentukan oleh penempatan speaker. Besar-kecil dan kualitas bass, latar musik yang lebar dan tiga dimensi, kebersihan nada tengah, artikulasi dan tampilan musik. Untuk itu kita perlu menguasai 6 jurus penempatan speaker dan posisi dengar untuk mendapat suara terbaik.

Gambar 1
Keterangan Gambar
PR : Panjang Ruang
LR: Lebar Ruang
A: Jarak punggung speaker ke dinding
B: Jarak sisi speaker ke dinding
C: Jarak antara 2 speaker
D: Jarak pendengar ke speaker
E: Jarak pendengar ke dinding
F: Jarak panel depan speaker ke dinding
G: Jarak pendengar ke dinding
H: Sudut pendengar terhadap speaker

1. Menemukan sweet spot yang optimal.

A. Titik dengar dan loudspeaker harus membentuk segi tiga sama sisi. Jika tidak anda tidak akan pernah mendengar soundstaging yang bagus dan menakjubkan. Faktor penting dalam mendapatkan suara yang bagus adalah hubungan geometriks dua speaker dan pendengar. Pendengar harus duduk tepat dengan kedua speaker, jarak pendengar ke speaker sebaiknya lebih besar disbanding dengan jarak antara speaker. Gambar 1 menunjukan speaker dan posisi dengar. Singkatnya posisi dengar dimana musik akan terfokus jelas dengan latar musik yang terbentang dinamai: “sweet spot”.

B. Semakin besar jarak antar speaker akan memberi efek latar musik yang semakin luas. Pada tahap ini anda dipersilakan untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan latar musik yang optimal.

C. Semakin besar jarak titik dengar ke speaker memberikan fokus suara yang lebih baik. Untuk tahap ini anda harus melakukan beberapa kali ekperimen untuk mendapatkan fokus musik yang optimal.

D. Tetapi sayangnya point B dan C saling bertolak belakang. Jika anda mendapatkan latar musik yang lebar maka fokus musik menjadi kurang tegas dan sebaliknya. Untuk itu anda harus melakukan beberapa kali eksperimen sehingga didapat hasil yang optimal antara latar musik yang lebar dan fokus musik yang tegas.

2. Menemukan keseimbangan nada rendah dan nada tinggi yang optimal

A. Jarak speaker ke dinding bagian belakang speaker mempengaruhi besar-kecil nada rendah. Semakin dekat speaker ke dinding akan memperkuat repro nada rendah bass membuat repro musik menjadi lebih berat. Tetapi ada beberapa rancangan speaker khusus untuk didekatkan ke dinding; mereka memerlukan penguatan untuk keseimbangan frekuensi. Suara loudspeaker terdengar kecil jika ditempatkan jauh dari dinding. Ketika speaker ditempatkan dekat dinding enegi bass akan terpantul ke ruamg dengar dengan fase yang sama dengan suara bass dari speaker. Artinya pantulan nada rendah memperkuat nada rendah yang keluar dari speaker.

B. Semakin kecil jarak speaker dinding samping juga memperkuat nada rendah. Penempatan yang tepat akan memberikan keseimbangan frekuensi musik. Penempatan yang kurang tepat menyebabkan penggemukan pada nada tertentu dan kolorasi nada rendah dan mid.

C. Jarak speaker ke dinding bagian belakang speaker dan jarak speaker ke dinding samping tidak boleh sama besar. Yang harus dihindari adalah jarak speaker ke dinding samping jangan 1/3 jarak speaker ke dinding belakang. Sebaiknya jika jarak speaker ke dinding samping adalah 60 cm maka jarak speaker ke dinding belakang sebaiknya 80 cm. Ada beberapa pabrik speaker yang memberikan rekomendasi jarak ideal speaker mereka ke dinding.

Gambar 2 memperlihatkan grafik frekuensi suara jika jarak speaker ke dinding samping dan ke dinding belakang sama besar.

Gambar 2

Gambar 3 memperlihatkan grafik frekuensi suara jika jarak speaker ke dinding samping dan ke dinding belakang tidak sama besar.

Gambar 3

D. Yang terpenting jarak speaker ke dinding samping mempengaruhi besar-kecil suara pantulan dinding samping ke pendengar. Semakin besar suara pantulan dinding samping yang didengar pendengar semakin jelek kualitas musik yang terdengar. Point ini akan kami bahas dengan detaik pada artikel kami selanjutnya.

3. Menemukan posisi speaker dan pendengar di titik netral resonansi dan standing wave.

A. Karakteristik resonansi ruang yang dipengaruhi oleh dimensi ruang (baca artikel akustik #1). Efek resonansi menghasilkan penggemukan pada frekuensi tertentu dan perlemahan frekuensi tertentu yang menyebabkan bass “boomy”. Jika ruang dengar dimensi nya ideal maka distribusi resonansi lebih merata pada tiap frekuensi menghasilkan bass yang lebih baik dan midrange yang bersih dari selaput bass yang boomy. Sebagai pelengkap artikel #1 selain dimensi ruang yang ideal penempatan speaker juga mempengaruhi resonansi suara.

B. Resonansi ruang yang sering disebut standing wave memberikan seperti gelombang air di dalam ember yang dijatuhkan setetes air. Pola standing wave ini memberikan distribusi keseimbangan frekuensi yang berbeda beda. Ada posisi null atau peak. Biasanya posisi ideal speaker di letakan pada 1/5 panjang ruang atau 1/3 panjang ruang dan posisi titik dengar adalah 2/3 dari panjang ruang. Pada posisi tersebut akan terdengar suara vocal dengan jernih tanpa diselimuti dengungan bass dan fokus musik dan latar musik yang jelas dan jernih.

4. Menemukan suara tiga dimensi yang memilki lapisan – lapisan musik

Secara umum jarak dinding ke belakang loudspeaker mempengaruhi kedalaman soundstage. Semakin besar jarak speaker ke dinding semakin dalam sound stage yang kita dengar. Tariklah speaker keluar beberapa puluh centi menjauhi dinding kita dapat mendengar perbedaannya antara sound stage yang tumpuk menumpuk dan sound stage musik yang membentuk proyeksi suara tiga dimensi yang dalam. Akan tampak musisi lapis depan, kemudian musisi lapis tengah dan musisi lapis belakang. Sayangnya banyak perangkat audio yang ditaruh di ruang tamu atau ruang keluarga yang tidak memungkinkan untuk meletakan speaker jauh dari dinding.

5. Menemukan keseimbangan frekuensi suara dengan mengatur ketinggian posisi dengar.

Beberapa speaker memiliki frekuensi yang berbeda pada jika kita duduk pada ketinggian yang berbeda – beda. Ketika telinga kita sama tinggi dengan posisi tweeter kita merasakan suara yang lebih open tetapi jika telinga kita dibawah posisi tweeter maka kita merasa suara yang lebih ngebass. Kebanyakkan speaker memiliki posisi tweeters sekitar 90cm sampai 120cm dari lantai. Jika anda memiliki kursi yang dapat disetel ketinggian duduknya maka masalah ini dapat di atasi.

Besaran pengaruh perbedaan suara ini berbeda –beda pada masing – masing speaker. Ada speaker dengan tweeter yang aliran suara yang melebar memiliki pengaruh yang kecil terhadap perbedaan tinggi tempat duduk. Pilihlah sebuah kursi dengar dimana kedudukan telinga anda di posisi optimal sumbu tweeter akan membantu mendapatkan keseimbangan nada tinggi.

6. Menemukan keseimbangan frekuensi, latar musik dan fokus musik dengan toe in.

Terakhir adalah toe in. Toe-in menghadapkan speaker ke dalam kearah pendengar. Tidak ada aturan yang khusus untuk melakukan toe-in. Anda dipersilakan untuk melakukan beberapa eksperimen. Beberapa speaker memerlukan toe-in dan beberapa speaker tidak perlu. Efek toe-in mempengaruhi aspek musik dalam hal keseimbangan frekuensi tinggi dan mid, fokus musik, soundstage, suasana ruang dimana musik direkam , dan suara menjadi langsung.

Biasanya speaker terdengar lebih bright jika kita melakukan toe in. Jika suara yang keluar dari speaker cenderung butek anda dapat melakukan toe in untuk mendapat repro yang lebih bright. Beberapa model speaker dirancang untuk didengar tanpa toe-in akan menjadi sangat bright jika di letakan dengan toe in.
Prinsip dasarnya adalah speaker toe-in dirancang bersuara optimal dengan energi suara langsung lebih banyak sampai ke telinga pendengar dan energi suara pantulan lebih sedikit Sedang speaker non toe-in berlaku sebaliknya.

Pengalaman adalah guru terbaik. Saran kami supaya anda mahir dalam menguasai keenam jurus diatas diperlukan banyak pengalaman mendengar dan mencoba segala posisi penempatan.

Salam,
Herwin Gunawan

Tips Membuat untuk membuat Panel Akustik

May 23, 2009

Tips Membuat untuk membuat Panel Akustik

Menciptakan panel akustik untuk ruang dengar anda dapat dilakukan dengan sederhana seperti menggantung permadani di dinding sampai pada panel-panel akustik yang canggih dengan perhitungan dan material khusus. Anda dapat merasakan perubahan kualitas suara hanya dengan menambahan atau memindahkan bahan-bahan yang umum seperti karpet, permadani, dan korden. Panel akustik ini tergolong murah dan sederhana, terkadang memiliki estetika yang lebih baik dan menyenangkan. Pada tulisan ini saya mengajak anda untuk memahami teori panel akustik dan teknik perancangan panel akustik yang sederhana.
Gambar 13.1
Beberapa reaksi permukaan terhadap gelombang suara

Pada gambar 1.1 kita lihat beberapa reaksi permukaan terhadap gelombang suara.

1. Reaksi serap

Reaksi serap terjadi akibat turut bergetarnya material terhadap gelombang suara yang sampai pada permukaan material tersebut. Getaran suara yang sampai dipermukaan turut menggetarkan partikel dan pori – pori udara pada material tersebut. Sebagian dari getaran tersebut terpantul kembali ke ruangan, sebagian berubah menjadi panas dan sebagian lagi di teruskan ke bidang lain dari material tersebut. Contohnya kita dapat mendengarkan suara musik yang diputar dari ruang sebelah kita jika dinding ruang tersebut tidak dipasangkan peredam suara.

Umumnya bahan kain, kapas, karpet dan sejenisnya memililki reaksi serap yang lebih tinggi terhadap gelombang suara dengan frekuensi tinggi dibandingkan dengan frekuensi rendah.

Sedangkan bahan tembok, kaca, besi, kayu umumnya meneruskan sebagian energi gelombang nada rendah ke sisi lain dari material tersebut, dan sebagian gelombang suara bergetarnya menjadi panas dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke ruang dengar.

2. Reaksi pantulan

Hampir semua permasalahan ruang dengar adalah minimnya panel akustik pada permukaan dinding, lantai, plafon ruang tersebut. Jika permukaan dinding, lantai dan plafon memantulkan kembali sebagian dari energi suara maka kita akan mendengar suara pantulan. Suara pantulan ini bagai bola ping pong yang mana pantulan suara terdengar walau suara asli telah mati. Dalam ruang kosong anda dapat menepuk tangan anda dan mendengar suara pantulan setelah anda menepuk tangan anda. Suara pantulan terjadi berkali-kali dengan waktu dan bunyi yang tak teratur. Efek ini seperti anda masuk ke rumah cermin dimana anda dapat melihat bayangan anda berpuluh – puluh jumlahnya. Suara pantulan ini mengaburkan suara hentakan alat musik dan memberi bunyi tambahan setelah hentakan alat musik

Lakukan eksperimen dengan menepukan tangan anda di beberapa ruang dirumah seperti kamar mandi, ruang makan, kamar tidur dsb. Jika ruang dengar anda memiliki suara pantulan sama dengan apa yang anda dengar didalam kamar mandi maka anda perlu panel akustik untuk magatasi masalah ini.

Mengatasi suara pantulan sangatlah mudah, dengan solusi sederhana yaitu dengan meletakkan panel akustik yang berfungsi sebagai penyerap suara yang tak diinginkan atau diffuser yang menyebarkan energi pantulan ke berbagai arah, akan meniadakan pengulangan pantulan suara. Materialnya bisa berupa permadani yang digantung di dinding, karpet diatas lantai, korden pada dinding/jendela, atau material penyerap suara di dinding.

Material yang efektif untuk pengendalian suara pantulan tanpa membuat ruang terlihat buruk adalah menggunakan bahan korden yang tipis seperti penggunaan di airport atau ruang konferensi. Selain itu ada pula solusi yang mahal yaitu produk khusus untuk panel akustik. Kelebihannya adalah karakteristik penyerapannya yang sangat baik untuk mencegahan suara pantulan tanpa menyerap banyak energi sehingga membuat ruangan “mati”.

Gambar 13.2
Garis suara langsung dan pantulan yang di dengar

Pada gambar 13.1 terlihat speaker yang ditempatkan di ruang dekat dinding dan lantai. Kita akan mendengar suara langsung dari speaker plus suara pantulan dinding, lantai, dan plafon. Suara pantulan tersebut terdengar sedikit lebih lambat dari suara langsung plus warna suara yang berbeda, dan fase suara yang berbeda pula. Gabungan semua suara pantulan dan suara langsung mengakibatkan penurunan kualitas suara yang kita dengar.

Tiga hal yang mengurangi kualitas suara karena pantulan dinding adalah:

Pertama, Suara off-axis dari speaker tidak seakurat (ada kolorasi) suara on-axis. Sehingga suara yang menyembur ke dinding memiliki rentang frekuensi yang tidak rata. Jadi saat suara pantulan dari suara off axis speaker sampai ke telinga kita maka kita akan mendengar kolorasi suara

Kedua, permukaan dinding memberikan kolorasi terhadap suara yang dipantulkan. Misalnya jika material dinding memiliki karaker serap pada nada tinggi tetapi tidak pada nada mid, maka suara yang terpantul hanya pada nada mid dan kurang pada nada tinggi

Ketiga, suara langsung dan suara pantulan sampai ketelinga pendengar dalam fase dan tempo yang berbeda.

Perbedaan waktu akibatkan jelajah suara langsung dan pantulan dapat dihitung. Seperti kita ketahui bahwa kecepatan rambatan suara di udara pada kecepatan 300 meter per detik, maka kita dapat menghitung selisih waktu. Jika perbedaan jarak antara suara langsung dan suara pantulan adalah 1,5 meter maka suara pantulan yang kita dengar memiliki perlambatan sebesar 5 mili detik.

Fenomena ini dinamakan “comb filtering”, dimana dua buah gelombang suara dengan selisih fase pada puncak dan lembah gelombang yang saling meniadakan atau saling memperkuat frekuensi tertentu. Hal ini menyebabkan kolorasi suara yang kita dengar.

Suara pantulan dinding tidak hanya mengganggu keseimbangan warna suara, mereka juga menghancurkan image musik dan soundstage.

Pantulan suara dari lantai dan plafon turut memberi gangguan, misalnya melemahnya suara pada nada mid, membuat suara menjadi tipis. Pantulan suara plafon memberi pengaruh yang lebih sedikit karena jarak yang cukup jauh dan pancaran suara yang relative lebih lemah ke arah plafon.

3. Reaksi sebar

Salah satu solusi akustik yang terbaik adalah meletakan panel serap dan sebar (difusi) pada bidang pantul pararel. Pantulan suara dari lantai mudah untuk diatasi dengan meletakan karpet atau permadani. Frekuensi rendah, biasanya, tidak terserap oleh karpet atau rug, menghasilkan fase negative pada frekuensi midbass yang saling meniadakan, akibat interfensi suara langsung dan suara pantulan, sering disebut dengan “Allison Affect”, diambil dari nama designer loudspeaker Roy Allison, yaitu orang pertama mempublikasikan fenomena ini.

Perlu di ingat, jenis karpet berhubungan pula dengan kualitas suara. Sebagai contoh karpet wool memilki suara yang lebih alami dibandingkan dengan karpet sintetik. Karena serabut padan karpet wool memiliki panjang dan ketebalan yang tidak sama, sehingga masing – masing serabut menyerap frekuensi yang berbeda. Karpet sintetik, sebaliknya, terbuat dari serabut dengan panjang dan ketebalan yang persis sama sehingga masing – masing serabut menyerap frekuensi yang sama.4. Beberapa teori panel akustik

Pantulan dinding seharusnya disebar (difuse) dan diserap. Panel Sebar mengubah energi suara dari satu arah dan satu besaran menjadi ke beberapa arah dengan beberapa besaran.

Panel sebar dapat dibuat sendiri atau dengan membeli panel sebar yang sudah jadi. Rak buku terbuka yang penuh dengan beragam buku dengan besar dan tebal yang berbeda adalah panel sebar yang ampuh.

Panel serap pada dinding dengan materi serap akustik. Sampai sekarang dunia High End masih memperdebatkan solusi yang lebih baik antara memakai panel serap atau panel sebar. Yang beranggapan panel sebar lebih baik menggaris bawahi keuntungan penyebaran suara ke beberapa arah dengan beberapa besaran memberikan kesan suara berada di sebuah “ruang” dan “hawa” musik lebih mengalir. Sedang yang beranggapan panel serap lebih baik berpendapat dengan pantulan suara melebih 20mili detik dari suara langsung menurunkan kualitas suara yang kita dengar. Kebanyakan pada studio rekaman ruang kontrol di rancang untuk menghasilkan sebuah ruang “reflection free zone” (RFZ) dimana sound engineer duduk, dia hanya mendengar suara langsung dari speaker monitor. Berdasarkan pengalaman panel serap pada dinding kiri kanan lebih baik disbanding dengan panel sebar, tetapi panel sebar dibelakang tempat duduk pendengar akan lebih baik dibanding dengan panel serap. Hal ini tidak ada perdebatan.

Salah satu produk yang tepat untuk pengontrolan refleksi sisi dinding adalah “Reflection Control Panel”yang dikembangkan oleh Acoustic Revolutionary Technology. Sebuah panel dengan tingkat serapan yang baik. Panel ini dapat di set secara sederhana, pada titik pantul di dinding, panel ini mencegah pantulan suara pertama.

Cara menentukan titik pantul sangatlah mudah, dengan bantuan seorang kawan dan sepotong cermin anda dapat menentukan titik pantulan dengan mudah. Minta teman anda untuk memegang cermin dan anda duduk di posisi dengar. Minta teman anda untuk meletakkan cermin pada dinding sampai anda dapat melihat posisi driver speaker anda. Berikan tanda pada titik tersebut dan ulangi prosedur ini berualang kali sampai anda mendapatkan semua titik pantul.

Panel akustik yang diletakan pada titik pantul dapat memperbaiki tata panggung musik. Dinding akan memantulkan suara dari sisi kanan dan sisi kiri speaker. Suara pantulan speaker kiri dari dinding sebelah kanan mengaburkan tata panggung musik dan kelebaran panggung musik. Suara pantulan seperti ini kerap disebut “Acoustic crosstalk”; kita tidak mau telinga kiri kita mendengar pantulan suara speaker kanan.

Catatan tambahan panel akustik yang di letakan dengan sedikit jarak dari dinding menciptakan bidang yang lebih luas disbanding panel akustik yang di tempel ke dinding. Jarak antara panel akustik dan dinding menyebabkan bidang tambahan akustik, membuat kerja panel serap menjadi lebih baik. Teknik ini dapat diterapkan ke semua bidang pantul di ruang dengar.

5. Membuat panel serap nada rendah

Bass berdengung dan tebal sangat sering di temukan dan sangat sukar di atasi. Hal ini terjadi akibat pertama adalah dari resonansi ruang (baca artikel akustik kami yang pertama), kedua adalah penempatan speaker yang tidak benar (baca artikel akustik kami yang ketiga), ketiga adalah minimnya panel serap frekuensi rendah di ruang dengar.

Jika masalah bass tetap terjadi walau telah dilakukan perletakan speaker secara benar atau anda telah mengubah dimensi ruang dengar anda sehingga tidak ada penggemukan bass akibat resonansi ruang, maka solusinya adalah dengan menambahkan panel serap frekuensi rendah. Panel serap ini mencegah pantulan nada rendah kembali ke ruangan yang menyebabkan suara bass langsung bercampur dengan suara bass pantulan.

Teori dasar penyerapan frekuensi rendah adalah mengubah energy nada rendah menjadi bentuk energi lain yaitu energi panas. Panel serap nada rendah dapat di beli yang sudah jadi seperti Acourete – Corner Correction, yang dibuat dengan material dan design khusus yang dapat cocok di letakan di ruang dengar.

Atau anda dapat membuat sendiri panel ini dengan biaya yang relatif murah. Panel ini, disebut panel Air Suspension, memiliki daya serap yang tinggi pada frekuensi rendah. Panel serap dapat dibuat tersendiri atau menempel ke dinding. Pertama – tama buat bingkai kayu dengan ukuran 1200 mm x 2400 mm di pantek ke dinding. Setelah itu bubuhkan silicon siler pada siku – siku antara kayu dan dinding sampai kedap udara, setelah itu isi rongga tersebut dengan material penyerap suara seperti Acourete Fiber. Lalu, tutup rangka kayu tersebut dengan selembar plywood atau Acourete Board. Buatlah lubang – lubang keci pada lembaran panel. Kini anda telah memiliki panel serap nada rendah.
Ada beberapa panel serap yang tidak dilubangi, hanya menggunakan lembaran tipis yang bergetar jika menerima gelombang suara. Frekuensi serap dapat di sesuaikan dengan mengatur volume rongga udara di dalam panel, rongga berukuran 60cmx120cm, 60cmx240cm, 60cmx300cm, atau 60cmx360cm dengan ketebalan panel. Bahan serap high density di rongga panel berfungsi memperluas kemampuan redam pada frekuensi yang lebih lebar. Kita dapat mengatur rentang frekuensi serap dari nada paling rendah ke nada mid dengan mengatur besaran ketebalan x luas panel rongga panel dan jumlah dan ukuran lubang. Kebanyakan ruang dengar memerlukan penyerapan bass, tetapi panel serap dapat pula diatur untuk menyerap frekuensi tertentu saja untuk meminimalkan masalah resonansi ruang. Panel serap yang independent dapat dibangun dengan cara yang sama, dengan landasan material yang kokoh, misalnya 20mm triplek. Untuk perhitungan detail panel serap dapat ditemukan di buku yang di karang oleh F.Alton Everest’s The Master Handbook of Acoustics.

Cara lain untuk membuat panel serap frekuensi rendah adalah dengan membuat rongga pada dinding, lalu ditutup dengan material serap. Struktur ini kerap disebut “quarter wavelength trap”. Panel serap ini memiliki frekuensi serap pada ¼ frekuensi gelombang suara.

Rumus perhitungan frekuensi serap adalah:

F = 300/4D

F= adalah nada yang di serap (dalam Hz)
300 (meter/detik) adalah kecepatan suara (berbeda-beda tergantung suhu udara)
D = ketebalan rongga (dalam meter)

Jika membuat rongga dengan ketebalan 0.6 meter maka frekuensi serapnya adalah:

F = 300/ 4 x 0.6 = 125 Hz

Selain itu frekuensi serap terjadi pada harmoni pertama, kedua, ketiga dst:
harmoni ke dua 250 Hz, harmoni ke tiga kedua: 375 HZ, harmoni ke tiga: 500Hz dan seterusnya.

Korden dan rongga jendela juga mempunyai fungsi sebagai panel serap nada rendah.

Demikian tulisan ” Tips Membuat untuk membuat Panel Akustik ” ini saya buat semoga bermanfaat bagi penggemar musik dan penggemar audio.

Salam,
Herwin Gunawan

VOKUZcom
Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Pertanyaan seputar akustik dari segi peredaman/isolasi ruang dan akustik ruang audio

May 23, 2009

1. Bagaimana supaya gangguan dari luar tidak mengganggu ruang dengan saya dan sebaliknya?
2. Apa saja permasalahan yang merusak suara audio di ruang dengar saya?
3. Berapa dimensi ideal ruang dengar saya?
4. Apa yang harus dilakukan jika ruang dengar saya terlalu kecil?
5. Apa yang harus dilakukan jika ruang dengar saya terlalu besar?
6. Apa yang harus saya perbuat jika dana saya terbatas tapi menginginkan akustik yang baik dalam batasan tertentu semaksimal mungkin?
7. Apa beda resonansi dan gema?
8. Mengapa ruang dengar saya berdengung?
9. Bagaimana menghitung frekwensi dengung di ruangan saya?
10. Bass trapp apa yang cocok untuk ruang dengar saya agar tidak berdengung?
11. Bagian mana dari ruang dengar saya yang harus dipasangkan peredam suara?
12. Apa yang harus saya pasang: peredam suara atau diffuser yang berfungsi untuk menyebarkan suara?
13. Dimana sebaiknya dipasangkan diffuser?
14. Dimana sebaiknya dipasang peredam suara?
15. Berapa banyak peredam yang dibutuhkan?
16. Dimana saya harus meletakkan speaker saya?
17. Dimana saya harus meletakkan kursi dengan saya?
18. Ruang pabrik saya berisik, tapi kantor saya harus bebas bising, apa yang harus saya lakukan?
19. Apa material yang tepat untuk mengatasi masalah akustik pada ruang saya?
Dan masih banyak pertanyaan lain sesuai dengan kebutuhan setiap individu,oleh karena itu kami siap membantu masalah anda, anda bisa kirimkan pertanyaan pada kami dan kami siap membantu anda.
HAVE A NICE DAY